WhatsApp/sms/Telp. +62 85 161 661 661
Alamat: Dsn.Karangtuwo, Ds.Munjungan - Kec.Munjungan, Trenggalek 66365
WhatsApp/sms/Telp. +62 85 161 661 661
Alamat: Dsn.Karangtuwo, Ds.Munjungan - Kec.Munjungan, Trenggalek 66365

Berapa Usia SSD?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Google University of Toronto, usia SSD 25% lebih awet dibandingkan dengan HDD (hard disk drive). Pada artikel saya yang berjudul “Perlukah membeli SSD mahal?”, saya membahas tentang usia CELL pada SSD. Namun pada artikel tersebut saya hanya membahas seputar read write cycle yang tertulis pada masing-masing SSD, yaitu sekian ribu read write cycle.

Kalau mau dibayangin, 10rb read write cycle itu berapa lama, sih? Untungnya setiap pabrikan SSD memberikan penjelasan yang berbeda terhadap berapa lama usia produk mereka. Contohnya WD (western digital), AData, dan Seagate. Ketiga merek ini menggunakan istilah TBW (Tera Byte Writer) untuk menyatakan usia produk SSD mereka. Terabyte writer adalah batas maksimum berapa terabyte yang bisa kamu isikan ke dalam SSD.

Contoh: WD Blue memiliki batas usia 400TBw, AData SU800 1TB memiliki batas usia 800TBw, dan Seagate Baracuda 1TB memiliki batas usia 485TBw. Jika kita perhatikan baik-baik, semakin besar kapasitas sebuah SSD semakin panjang pula usianya. Karena ia akan memiliki lebih banyak NAND-Flash Chip sehingga datanya bisa dibagi ke setiap cell. Untuk contoh perhitungannya, kita ambil contoh dari yang usianya paling panjang di atas, yaitu AData SU800 1TB dengan batas usia 800TBw. Seberapa banyak sih 800TBw itu ?

Pic: Macam-macam SSD – SATA 2.5, mSATA, M.2 NGFF, M.2 NVMe

Contoh: Sebuah game yang berjudul Red Dead Redemption 2 memakan penyimpanan pada SSD sebesar 100GB lebih. Kemudian batas usia AData SU800 tadi sebesar 800TBw. Yang berarti Anda bisa menginstal game tersebut sebanyak 8000 kali. Sudah kebayang berapa tahun usia pakainya?

Bingung ngebayanginnya?

Misalkan kita mengisi SSD dengan data sebesar 1GB/hari maka perhitungannya yaitu; Limit (usia) SSD = 800TBw (800.000GB), Usia SSD= 800.000 : 1 = 800.000 hari : 12 bulan = 2.191 tahun

Atau misalkan kita mengisi data sebesar 100GB/hari; Usia SSD = 800.000 : 100 = 8000 hari = 22 tahun.

Ilustrasi perhitungan di atas bedasarkan teori, yaitu di mana kita menghitung usia pakainya menurut TBw yang tertulis pada masing-masing SSD. Namun pada fakta di lapangan, hal tersebut tidak bisa dijadikan acuan berapa lama usia SSD yang kita gunakan. Karena kerusakan SSD/usia bukan terjadi karena usia CELLnya yang telah habis. Tetapi faktor-faktor lain seperti tegangan listrik yang tidak stabil sehingga mengakibatkan SSD cepat rusak; Atau malah mungkin SSD terjatuh dengan keras, terinjak hingga pecah; Hingga kebiasaan menggunakan laptop di atas alas kain seperti kasur, sofa, karpet, dan lain-lain yang mengakibatkan panas yang dihasilkan oleh SSD tidak bisa terbuang dengan baik karena sifat kain yang menahan sirkulasi udara.

Baca juga: Perlukah Membeli SSD Mahal?

Beberapa hasil study mengatakan bahwa usia SSD rata-rata adalah 10 tahun bahkan bisa jadi lebih pendek. Apabila kita menanyakan kepada pabriknya, mereka akan menjawab 3 sampai 5 tahun. Mengacu pada masa garansi yang mereka berikan. Sementara itu, berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya masih menggunakan 1 SSD dari tahun 2011 hingga sekarang. Yang artinya, usia SSD yang saya pakai sudah menginjak sekitar 10 tahun. Dan ketika saya cek PC health and performance-nya saat ini masih 100%. Dari pengalaman pribadi saya ini terbukti bahwa SSD yang saya gunakan jauh lebih awet dari pada HDD. Dalam kurun waktu 10 tahun ini saya sudah berganti HDD sebanyak lebih dari empat kali, yaitu 4TB, 2x2TB, dan 1TB. Kemudian HDD yang sedang saya gunakan saat ini bersamaan dengan SSD sudah mulai terasa melambat. Sementara SSD saya sejak awal pemakaian hingga sekarang masih tetap normal dan cepat.

Dari artikel saya kali ini, saya merekomendasikan Anda yang menggunakan SSD untuk tetap SELALU membackup data-data penting. Mengingat faktor human error, ketidakstabilan tegangan listrik, juga faktor tidak terduga lainnya turut menentukan seberapa lama usia dan seberapa baik kualitas yang bisa dipertahankan oleh SSD yang bekerja untuk sistem operasi pada perangkat komputer Anda.

Demikian untuk hari ini. Kiranya apa yang baru saja saya bagikan berguna dan bisa menambah wawasan kita seputar SSD dan masa pakainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Buka Obrolan
1
Bingung? Tanya aja disini
Selamat datang di Red Media,
Ada yang bisa kami bantu ?