WhatsApp/sms/Telp. +62 85 161 661 661
Alamat: Dsn.Karangtuwo, Ds.Munjungan - Kec.Munjungan, Trenggalek 66365
WhatsApp/sms/Telp. +62 85 161 661 661
Alamat: Dsn.Karangtuwo, Ds.Munjungan - Kec.Munjungan, Trenggalek 66365

Perlukah Membeli SSD Mahal?

Pernahkah kita berpikir bahwa SSD adalah hardware yang bikin pusing? Pada artikel kali ini, saya akan membahas SSD murah dan mahal. Lalu manakah yang cocok untuk kita gunakan. Apakah benar-benar ada bedanya atau cuma gimmic, ya? SSD adalah storage drive yang sudah menggunakan system penyimpanan NAND-Flash. Berbeda dengan HDD (hard disk drive) yang masih menggunakan cakram piringan magnetis. Dalam pembacaan dan penulisan datanya masih manual menggunakan jarum. Pada SSD, semua file disimpan dalam chip yang berfungsi secara elektrik. Ketika ada arus listrik masuk ia langsung aktif sehingga penelusuran file jauh lebih cepat dan efektif. Hmmmm.. Kok sepertinya canggih banget, ya? Tetapi di balik kecanggihannya, hingga saat ini SSD memiliki 2 kekurangan terbesar yang masih terus dicari solusinya. Yaitu usianya yang terbatas dan kapasitas penyimpanan cellnya yang juga terbatas.

Setiap cell pada SSD mempunyai batas usia. Saat usia cell sudah mencapai batas maksimumnya, cell tersebut akan berhenti berfungsi sehingga data yang tersimpan akan secara permanen menghilang. Semakin sering kita menulis data pada cell, maka semakin dekat pula cell tersebut pada ujung usianya. Inilah faktor utama yang menentukan murah atau mahalnya harga SSD.

Hingga hari ini SSD mempunyai beberapa jenis cell, yaitu SLC, MLC, TLC dan QLC. Berikut adalah ilustrasi dan penjelasan singkat tentang cell dalam chip NAND-FLASH.

Pic; Ilustrasi Perbedaan antara SLC, MLC, TLC dan QLC
  1. SSD dengan Chip NAND-Flash jenis SLC (Single Level Cell). SLC adalah Chip dalam SSD dengan usia paling panjang dan performanya paling kencang. Karena pada setiap cellnya hanya diisi dengan satu byte data. Usia SLC rata-rata 90rb hingga 100rb r/w (read write cycle). Jenis SLC ini memiliki daya tahan dan masa pakai paling lama. Atas segala keunggulannya, SSD jenis ini dibrandrol dengan harga termahal dan umumnya hanya digunakan dalam skala industri dan enterprise seperti data server.
  2. SSD dengan Chip NAND-Flash jenis MLC (Multi Level Cell). MLC ini biasa disebut dengan nama Two MLC yang menandakan bahwa setiap cell diisi dengan dua byte data. Ada juga yang menyebutnya Switch PoE NAND-Flash. Karena yang pertama harganya lebih murah dari SLC, dan yang kedua performa dan usianya tidak terlalu buruk. Secara teori usia jenis MLC bisa mencapai 10rb hingga 30rb r/w.
  3. SSD dengan Chip NAND-Flash jenis TLC (Triple Level Cell). Jenis TLC adalah SSD yang paling banyak dijual di pasaran karena harganya yang terjangkau. Walaupun secara performa dan usia pakai cellnya lebih buruk dari MLC dan SLC. Ini karena pada tiap cell diisi dengan tiga byte data dan usianya hanya mencapai 3000 hingga 5000 r/w. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa usia pakai cellnya masih terbilang lama. Karenanya jenis MLC ini paling banyak dipakai oleh user dengan penggunaan read write cycle rendah.
  4. SSD dengan Chip NAND-Flash QLC (Quad Level Cell). Ini adalah jenis SSD dengan performa dan usia cell paling rendah karena setiap cell diisi dengan empat byte data yang membuat usia pakainya hanya 1000 r/w. Jenis QLC terbilang SSD dengan usia muda. Oleh karena itu para pengembang masih terus mencari cara agar usia pakainya bisa jauh lebih lama dengan harga jauh lebih terjangkau. SSD jenis ini tidak disarankan digunakan untuk sistem operasi. Akan tetapi cukup baik digunakan sebagai media penyimpanan data (backup). Hal tersebut karena usianya yang terbilang pendek namun kinerjanya masih lebih cepat dibandingkan HDD (Hard Disk Drive).
  5. SSD dengan Chip NAND-Flash PLC (Penta Level Cell). PLC merupakan jenis Chip yang sedang dalam tahap pengembangan. Setiap cell pada chip jenis ini diisi dengan lima byte data. Namun untuk performa dan usia pakainya masih belum diketahui dengan jelas karena masih dalam tahap pengembangan. Menurut informasi dari pabrikan WD (Western digital), salah satu pabrikan yang sedang mengerjakan SSD dengan Chip jenis PLC, produknya baru akan dipasarkan pada tahun 2025. Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Buka Obrolan
1
Bingung? Tanya aja disini
Selamat datang di Red Media,
Ada yang bisa kami bantu ?